Keindahan tepi kanal 3 di PT wahyuni Mandira. Melihat pantulan sinar matahari, dengan jepretan kamera seadanya, lumayan juga gambarnya.
Bermata Sipit
Mata sipit identik dengan mata yang dimiliki oleh sebagian besar orang Asia Timur, namun juga dimiliki oleh sebagian ras campuran. Mata sipit berarti mata yang tidak bulat, mata yang terlihat kecil dibandingkan dengan mata bulat.
Dari pengamatan saya selama ini, orang dengan mata sipit mempunyai kecenderungan menyukai makanan yang berasal dari ikan, contoh besarnya adalah orang-orang Asia timur salah satunya Jepang, mereka sangat fanatik dengan produk dari laut terutama ikan, selain itu orang-orang eropa utara (skandinavia) umumnya mereka juga bermata sipit, masyarakat Indochina sampai Sumatera. Suku lampung dan Palembang yang berada di sumatera kebanyakan mereka bermata sipit, dan mereka gemar konsumsi ikan dan produk olahannya. Apakah ini ada hubungannya mata sipit dengan kegemaran makan ikan? Ini baru hipotesis.
Sebaliknya orang yang bermata bulat atau besar umumnya gemar makan daging, baik itu sapi, kambing, dan lainnya. Seperti orang-orang di jazirah Arab mereka gemar mengkonsumsi daging kambing, onta dan sebagainya, dan mereka bermata bulat.
Berdasarkan dari analisis saya orang yang bermata sipit mayoritas gemar makan ikan, dan orang bermata bulat besar gemar makan daging. Saya mempunyai contoh dalam kehidupan sehari-hari, teman-teman saya yang bermata sipit lebih menyukai ikan daripada bermata bulat dan besar, tapi tidak dibatasi oleh suku.
Masbag, 2011 at 19.02 WIB
Dari namanya orang mungkin suda banyak yang tahu, tapi mungkin juga banyak yang belum mengenalnya, kebanyakan orang di pedesaan terutama di daerah pertanian sering memakainya. Namun demikian hanya segelintir orang yang memakainya di daerah perkotaan.
Keberadaanya mungkin sudah ada sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, keberadaanya sangat menunjang aktifitas di lapangan. Diawali semenjak saya terjun ke lapangan, saya menyadari akan arti pentingnya benda ini. Tak peduli tentang apa kata orang, saya tetap memakainya, karena saya sadar akan fungsinya.

Menemani dan melindungi saat bekerjadan bepergian, dari terik panas sinar matahari maupun derasnya hujan, sudah terbukti melindungi kepala dari deraan cuaca yang fluktuatif. I recommend you to wearing this stuff..
WM (Bike to Work is everyday)
Posted: 20/03/2011 in gowes, umumTag:gowes, photo, segala umur, umum, unik
Disaat banyak orang mulai gandrung akan bersepeda, terutama di kota-kota besar, disini kegiatan bersepeda sudah lama dilakukan di Wachyuni Mandira. Setiap orang bersepeda disini, namun semenjak tahun 2010 mulai berdatangan sepeda motor, tapi sepeda tetap mendominasi.
Lokasinya berada di perbatasan antara provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, namun sudah masuk daerah Sumatera Selatan, kab. OKI (Ogan Komering Ilir). Transportasi air mendominasi disini, seperti speed boat, etek (perahu motor), otok (lebih besar dari etek). Dikelilingi oleh air, menjadikannya seperti sebuah pulau yang dikelilingi kanal besar.
Gowes Karawaci-Jakarta
Posted: 18/03/2011 in cerita, diriku, gowes, kejadianTag:gowes, photo, segala umur, umum, Update
Minggu pagi bersama my big brother, dengan menggunakan speda lipat berencana bersepeda mengarungi jakarta. Dimulai pukul 05.45 dari Karawaci (vila ilhami) kami mulai mengayuh speda lipat menyusuri jalan pintas besar, kecil, ramai, padat dan sepi.
Tugu selamat Datang Jakarta
pinggir tol jakarta-merak
Depan bundaran tugu kuda depan Indosat

Sesampainya di monas, karena hari minggu suasananya jadi ramai, beragam jenis sepeda ada disini 

Depan Stasiun Kota, Otw mw pulang naik kereta, karena waktu sudah siang n mw hujan…hehehe

Total jarak tempuh dari Tangerang – Jakarta sekitar 35 km (pulangnya naik kereta), kalo gak naek kereta pp bisa sampe 70 an km.
gak terlalu jauh ternyata..
Selamat Bersepeda
10th Aniversary
Posted: 22/01/2011 in cerita, diriku, umumTag:diriku, guitar, kenangan, segala umur, umum
Tribute to My guitar
Pertama kali datang ke rumah pada bulan januari 2001, di beli di toko musik yg satu gedung dengan toko buku gramedia waktu itu….
tak terasa sudah satu dekade menemani ku, namun tiga tahun belakangan tak terawat karena sering ditinggal bepergian dan karena kesibukan yang tak menentu…
foto-foto bersama gitarku

saat foto di pantai klapa rapat
saat kira2 tiga tahun yang lalu

hampir setengah tahun lebih tidak memainkannya
Sewaktu jalan2 ke salah satu perguruan tinggi terkemu di Indonesia tiba2 ngeliat rambu yang bertuliskan ‘jangan parkir motor disini’ sring hilang… agak lucu ngebacanya… iseng2 saya photo sekalian..
kalo tuliasannya ‘jangan parkir motor disini mengganggu ketertiban mungkin udah biasa ya…
nb: ada yang tau dimana lokasi ini? hehehe
Tanggal 10 bulan 10 tahun 2010
Apa yang istimewa??
cuma angjkanya aja yang unik…………
hehe
tapi banyak yang nikahan ditanggal ini, dan moment penting lainnya……
Jagat raya, dengan galaksi yang maha luas memiliki kemungkinan bahwa ada planet yang sangat mirip bumi. Ini menguatkan dugaan kemungkinan bahwa manusia Bumi tidak sendirian di jagat raya. waah kalo ada plenet yang mirip bumi, jangan2 mahluknya juga mirip dengan manusia…. hehe…
Berikut kutipan dari VIVAnews. Teleskop Kepler menemukan lebih dari seratus planet yang besarnya seukuran Bumi. Penemuan tersebut terjadi beberapa pekan lalu setelah Kepler memindai langit untuk menemukan keberadaan planet yang mengorbit bintang. Penemuan ini menguatkan dugaan mengenai kemungkinan bahwa manusia Bumi tidak sendirian di jagat raya ini.
Ilmuwan menduga ada sekitar seratus planet di Galaksi Bima Sakti dengan kondisi yang sesuai, yang memungkinkan terjadi kehidupan. Mereka berharap bisa mengidentifikasi sekitar 60 planet mirip Bumi ini dalam kurun dua tahun mendatang.
Pakar astronomi, Dimitar Sasselov, seperti dikutip dari laman Daily Mail, mengatakan, bahwa teleskop mengungkap 140 planet berbeda yang memiliki ukuran mirip Bumi. “Penemuan luar biasa ini memenuhi impian Copernicus,” kata Sasselov.
Kepler, yang diluncurkan Januari tahun lalu, menemukan planet-planet dengan mendeteksi tiap kali sebuah planet melintasi satu sisi sebuah bintang. Planet-planet tersebut lewat dengan sangat cepat dan hanya bisa tertangkap oleh teleskop.
Sasselov memaparkan penemuan Kepler dalam konferensi TEDGlobal di Oxford pekan lalu. “Kehidupan adalah sistem kimia — kehidupan membutuhkan sebuah planet, air, dan bebatuan, dan kimia kompleks untuk mengawali kehidupan dan bertahan,” kata Sasselov.
“Masih banyak yang perlu dilakukan dengan data-data statistik ini, tetapi jelas ada planet mirip Bumi di luar sana. Galaksi Bima Sakit kita kaya akan jenis planet seperti itu,” lanjutnya.
Pada tahap berikutnya, tim ilmuwan akan mempelajari semua calon planet dan mencoba meneliti planet mana yang memiliki lingkungan untuk makhluk hidup. Sasselov mengatakan, dalam 15 tahun terakhir, hampir 500 planet ditemukan mengelilingi bintang lain di galaksi, tetapi hingga sekarang, hanya beberapa yang dinilai memiliki kemiripan dengan Bumi

































